Menumbuhkan Keberanian Siswa Melalui Kegiatan Wawancara

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi sebagian anak dapat terkesan membosankan apabila pembelajaran hanya dilakukan di kelas dengan duduk manis,mendengarkan ceramah dari guru,mencatat,dan mengerjakan soal-soal. Pada era globalisasi seperti sekarang,kita harus bisa menyajikan sebuah proses pembelajaran yang membantu siswa untuk menjalin komunikasi dengan lingkungannya. Untuk pandai berkomunikasi, siswa harus memiliki keberanian dan keterampilan berbahasa yang memadai. Sahabat guru, beberapa waktu yang lalu saya memberikan tugas kepada anak-anak untuk melakukan wawancara kepada pedagang makanan yang berada di lingkungan sekolah. Saya membagi 12 anak di kelas saya menjadi 4 kelompok. Di mana setiap kelompok harus menyusun lembar wawancara berupa 10 pertanyaan yang akan diajukan kepada pedagang makanan.
Memberi tugas kepada anak-anak zaman sekarang memang harus serius. Maksud saya, serius di sini adalah guru harus benar-benar cermat dalam membuat perencanaan dan cermat dalam memantau perkembangan tugas yang diberikan.
Pada saat awal memberi tugas, saya melihat anak-anak itu kebingungan untuk membuat daftar pertanyaan
untuk wawancara. Lalu saya melakukan pendampingan,dan jadilah daftar pertanyaan itu. Untuk melangkah kepada para pedagang pun,anak-anak itu merasa malu,saya lalu mengambil inisiatif untuk mengantar mereka ke hadapan pedagang-pedagang itu, mengajari mereka sedikit cara dan sopan santun melakukan wawancara. Setelah anak-anak dalam kelompok itu berani membuka percakapan,saya menepi dan membiarkan mereka berwawancara dengan bahasa yang sederhana dan lucu menurut saya. Dari kejauhan saya hanya tersenyum, anak-anak akhirnya berani juga berwawancara. Saya ambil kamera saku dan saya abadikan beberapa momen yang unik itu.
Pada saat berwawancara,saya minta anak-anak untuk mencatat informasi penting yang disampaikan oleh pedagang yang mereka wawancarai,tentunya dengan draf pertanyaan yang telah mereka buat sebelumnya.
Setelah selesai wawancara,saya minta setiap kelompok untuk melaporkan hasil wawancaranya di muka kelas,sedangkan kelompok lain menyimak dan menanggapi.
Banyak informasi yang mereka dapat dari hasil wawancara dengan pedagang makanan di sekolah. Selain itu,mereka merasa memiliki pengalaman yang baru dalam batin mereka,yaitu keberanian untuk berinteraksi dengan lingkungan di luar diri,keluarga,dan teman-teman mereka.
Dengan melakukan kegiatan wawancara,saya berharap dalam diri anak-anak itu tumbuh karakter sbb:

  1. Menghargai orang lain
  2. Bertanggung jawab
  3. Berani
  4. Percaya diri
Yang lebih utama lagi, saya menginginkan agar tujuan pembelajaran yang saya inginkan dapat tercapai. Yakni siswa dapat menyusun daftar pertanyaan untuk wawancara,siswa dapat melakukan kegiatan wawancara dengan narasumber menggunakan bahasa yang santun dan dapat melaporkan hasilnya di depan kelas.

Sahabat guru,semoga sedikit catatan saya ini dapat menginspirasi anda untuk melakukan pembelajaran yang melatih keberanian siswa dan keterampilan untuk berkomunikasi. Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk membuat pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi menarik dan menyenangkan. Selamat mencoba !



No comments:

Post a Comment