Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Sahabat pembaca di manapun berada, salam sehat, semangat, dan bahagia.

Alhamdulillah, saat ini saya telah memasuki paket modul yang terakhir dalam Pendidikan Guru Penggerak. Modul yang saya pelajari saat ini adalah modul 3.1. dengan judul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran. Tulisan ini saya susun untuk melengkapi tugas dalam LMS pada bagian koneksi antarmateri. Pada bagian ini, saya akan menyampaikan koneksi antarmateri yang sudah saya pelajari mulai dari modul-modul sebelumnya dengan materi yang saya pelajari saat ini.

Guru Membimbing Siswa

Dalam filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang terdapat pada anak untuk mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Ibarat menanam biji jagung, petani harus merawat biji tersebut dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan buah jagung yang berkualitas. Filosofi Patrap Triloka yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani, juga perlu dijiwai oleh guru dalam setiap langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Hal ini penting untuk diperhatikan agar keputusan yang diambil oleh guru senantiasa berpihak pada murid.

Mengambil keputusan dalam situasi yang melibatkan dilema etika bukanlah hal yang mudah. Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita pedomani akan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang kita ambil. Nilai dan prinsip dalam diri seseorang tumbuh dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor bawaan sejak lahir. Adapun faktor eksternal adalah dari lingkungan keluarga dan masyarakat di mana individu tersebut dibesarkan. Nilai dan prinsip yang tertanam dalam kehidupan keseharian kita akan menjadi faktor dominan dalam pengambilan keputusan.

Coaching dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dapat dilakukan dengan bantuan coaching. Coaching merupakan bentuk komunikasi yang memberdayakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi individu atau untuk menggali potensi. Apabila menghadapi murid yang mempunyai permasalahan, guru dapat membantu menyelesaikan masalah siswa tersebut dengan menjadi coach. Dalam hal ini guru tidak memberikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi, tetapi membantu murid (coachee) menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dapat melibatkan empat paradigma yaitu paradigma kebenaran lawan kesetiaan, keadilan lawan rasa kasihan, individu lawan masyarakat, dan jangka pendek lawan jangka panjang. Selain itu, dalam pengambilan keputusan, terdapat tiga prinsip yaitu berbasis hasil akhir, berbasis peraturan, dan berbasis rasa peduli. Penentuan paradigma dan prinsip dalam pengambilan keputusan ini akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut oleh seorang guru sebagai pengambil keputusan. 

Setelah memahami paradigma dan prinsip pengambilan keputusan, perlu dilakukan pengujian keputusan. Untuk mengambil suatu keputusan yang berdampak pada lingkungan yang aman, positif, kondusif, dan nyaman, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi yang dihadapi; (2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut; (3) mengumpulkan fakta-fakta yang relevan; (4) pengujian benar atau salah; (5) pengujian paradigma benar lawan benar; (6) melakukan prinsip resolusi; (7) investigasi opsi trilema; (8) buat keputusan; (9) lihat lagi keputusan dan refleksikan.

Diskusi dalam Penyelesaian Studi Kasus

Untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam komunitas sekolah, kesulitan-kesulitan yang saya hadapi mungkin terjadi pada saat saya melakukan identifikasi permasalahan yang melibatkan dilema etika. Permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan rekan sejawat saya dalam komunitas sekolah bisa jadi merupakan permasalahan yang beragam. Selain itu, sebelum mempelajari modul 3.1. ini saya belum terbiasa untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan. Paradigma, prinsip, dan langkah-langkah pengambilan keputusan ini adalah hal yang baru bagi saya. Untuk dapat mengambil keputusan yang bertanggungjawab sebagai pemimpin pembelajaran, saya memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti kepala sekolah, teman sejawat, dan wali murid. 

Pengambilan keputusan yang saya lakukan sebagai pemimpin pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap masa depan murid-murid saya. Pengambilan keputusan yang tepat dapat mendukung murid saya untuk berkembang sesuai dengan potensi dirinya dan memerdekakan mereka sebagai seorang pembelajar sepanjang hayat. Sebaliknya, apabila keputusan yang saya ambil tidak membawa dampak positif atau tidak berpihak pada murid, maka hal tersebut akan menghambat bertumbuhnya potensi baik dalam diri mereka. 

Kesimpulan Akhir: 

  • Pengambilan keputusan yang berpihak pada murid hendaknya didasari oleh filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu menuntun segala kodrat pada anak untuk mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
  • Nilai dan prinsip dalam diri seorang pendidik akan memengaruhi proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
  • Proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dapat dilakukan dengan menggunakan teknik coaching.
  • Terdapat empat paradigma dalam pengambilan keputusan, yaitu paradigma kebenaran lawan kesetiaan, keadilan lawan rasa kasihan, individu lawan masyarakat, dan jangka pendek lawan jangka panjang.
  • Terdapat tiga prinsip pengambilan keputusan, yaitu berbasis hasil akhir, berbasis peraturan, dan berbasis rasa peduli
  • Terdapat sembilan langkah dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, yaitu (1) mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi yang dihadapi; (2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut; (3) mengumpulkan fakta-fakta yang relevan; (4) pengujian benar atau salah; (5) pengujian paradigma benar lawan benar; (6) melakukan prinsip resolusi; (7) investigasi opsi trilema; (8) buat keputusan; (9) lihat lagi keputusan dan refleksikan
  • Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang memerdekakan akan membawa dampak positif bagi masa depan murid.

Model-Model Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu pada hakikatnya adalah pembelajaran yang mengorganisasikan isi bahan belajar dari sejumlah mata pelajaran dalam satu fokus,batas-batas nama mata pelajaran sudah tidak tampak lagi (Oliva,1992). Pengorganisasian tersebut muncul dalam bentuk keterpaduan kurikulum atau isi materi pelajaran. Fogarty (1991) memberikan sejumlah alternatif tentang bagaimana mengintegrasikan materi dalam proses pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Terdapat tiga klasifikasi yang mencakup sepuluh model yang merentang dalam bentuk kontinum yang memiliki dua kutub, dari kutub yang tingkat integrasinya tidak ada, lemah dan sederhana ke kutub yang tingkat integrasinya kuat dan kompleks. Berikut ini adalah paparan dari klasifikasi dan model-model integrasi yang menggambarkan keragaman pandangan tentang cara pengintegrasian kurikulum menurut Fogarty (1991). 

Anak Belajar dari Kehidupannya

Sahabat pembaca, orang tua, dan para pendidik, semoga kesehatan dan keahagiaan selalu menyertai kita di mana pun berada. Malam ini,di rumah yang tenang dalam masa libur kuliah, saya ingin sedikit berbagi tentang sebuah catatan yang saya peroleh dari buku yang saya baca. Catatan ini sudah pernah saya peroleh di bangku kuliah maupun di seminar-seminar yang dipaparkan oleh narasumber yang berkecimpung di dunia pendidikan. Beberapa poin yang akan saya tulis ini semoga dapat mengingatkan kita  semua bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Dorothy Law Nolte dalam Gordon dan Jeannette (2000:104) menyampaikan pendapatnya tentang anak-anak yang belajar tentang kehidupannya. Anak-anak itu memiliki sifat dan perilaku yang beragam, sesuai dengan bagaimana mereka dibesarkan. Beberapa poin yang perlu kita ingat antara lain :
  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
  • Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Catatan Inobel 2014

Sahabat pembaca, sungguh bersyukur  bisa kembali menulis di Adenium untuk berbagi pengalaman kepada Anda tentang kegiatan yang baru saya ikuti. Selama seminggu, dari tanggal 24 hingga 29 November 2014 saya berkesempatan mengikuti lomba inovasi pembelajaran tingkat nasional di Batam. Lomba dilaksanakan di Goodway Hotel,Nagoya,Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 98 pendidik dan tenaga  kependidikan Sekolah Dasar se-Indonesia. Lomba inovasi pembelajaran (Inobel) dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori Karya Inovasi Pembelajaran Teknologi Tepat Guna (KIPTTG),Karya Inovasi Pembelajaran Alat Peraga (KIPAP),dan Karya Inovasi Pembelajaran Karya Seni (KIPKS). KIPTTG terdiri dari 54 peserta,KIPAP terdiri dari 35 peserta,dan KIPKS terdiri dari 9 peserta. Saya termasuk dalam kategori KIPTTG. Pembukaan dilakukan pada hari Senin, 24 November 2014. Hal yang berkesan bagi saya saat acara pembukaan adalah pertunjukan Tari Persembahan dan Musik Tradisional Kepulauan Riau oleh siswa-siswi SMP. Selain itu, gaya pantun Melayu dari pembawa acara juga memikat hati.

Teori Perkembangan Kognitif Anak

Sahabat pembaca, semoga kebahagiaan dan kesehatan senantiasa menyertai Anda. Akhir pekan di Surabaya memberikan banyak pilihan bagi saya untuk mengisi waktu libur kuliah. Di saat luang seperti ini, saya ingin menuangkan apa yang telah saya peroleh di bangku kuliah menjadi sebuah catatan kecil di Adenium. Sebuah catatan yang mungkin berguna di masa depan kelak saat saya ingin menulis dan merujuk sebuah teori. Sahabat pembaca, kali ini saya melanjutkan postingan tentang Tugas-Tugas Perkembangan Masa kanak-kanak yang dikemukakan oleh Havighurst pada makalah tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain Havighurst yang menjabarkan tugas-tugas perkembangan masa kanak-kanak, Piaget juga mengemukakan teori perkembangan kognitif yang dapat dibagi menjadi empat periode sebagai berikut :

Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak

Sahabat pembaca, beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah makalah tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. Makalah yang merupakan tugas kuliah tersebut saya sajikan dengan kajian tentang hakikat pertumbuhan dan perkembangan siswa Sekolah Dasar. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi tentang tugas-tugas perkembangan masa kanak-kanak. Pengertian tugas perkembangan yaitu tugas yang muncul  pada periode tertentu dalam kehidupan individu,di mana keberhasilan penyelesaian tugas tersebut akan menimbulkan kebahagiaan  dan kesiapan menghadapi tugas selanjutnya (Nuryanti:29).  Menurut Havighurst (dalam Hurlock,1978:40) tugas perkembangan untuk masa kanak-kanak usia 6 sampai 12 tahun adalah sebagai berikut.
  1. Belajar kecakapan fisik yang diperlukan untuk permainan anak-anak;
  2. Membangun sikap menyeluruh terhadap diri sendiri sebagai organisme yang bertumbuh;
  3. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya;
  4.  Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya;
  5.  Mengembangkan kecakapan dasar dalam membaca, menulis,dan menghitung;
  6. Belajar mengembangkan konsep sehari-hari;
  7. Mengembangkan nurani, nilai moral, dan skala nilai;
  8. Mencapai kemandirian pribadi;
  9. Membentuk sikap terhadap kelompok dan lembaga sosial.

Demikianlah sembilan tugas perkembangan menurut Havighurst. Dengan memahami tugas-tugas perkembangan masa kanak-kanak, guru diharapkan dapat menciptakan iklim pembelajaran yang dapat membantu siswa berkembang secara optimal pada periode yang harus dilaluinya. Semoga bermanfaat !

Ketika k,t,s,p Luluh

Sahabat pembaca, senang bisa menulis kembali di laman Adenium. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya baca dari sebuah buku karya dosen pembimbing mata kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Saya tertarik untuk membagikan topik ini mengingat beberapa kesalahan yang sering saya lakukan pada waktu menulis ataupun membaca.Ilmu yang akan saya bagikan adalah tentang fonem k,t,s,p. Fonem merupakan sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.Misal dalam bahasa Indonesia bunyi (k) dan (g) merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar".Tetapi dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.

Membuat Kapal Uap Sederhana

Seminggu yang lalu, saya berkesempatan mengikuti kegiatan Pemandu Bidang Studi IPA di Pusat Sumber Belajar Wirotaman, Kutoarjo. Pada kegiatan tersebut, disajikan materi tentang pembuatan kapal uap sederhana. Tentu saja,kapal uap di sini adalah sebuah model permainan,bukan kapal uap sungguhan.
Penyaji materi pada hari tersebut adalah kelompok Pemandu Bidang Studi dari Kecamatan Bruno. Pembuatan model kapal uap ini dilakukan secara berkelompok.

Cakram Warna Elektrik


Malam Senin. Berpaling sejenak dari kesibukan dan menulis di Adenium menjadi pilihan refreshing saya malam ini. Membuka- buka memori ponsel dan mengambil beberapa gambar untuk melengkapi postingan adalah hal yang sering saya lakukan sebelum menulis. 
Saya ingin bercerita kepada sahabat pembaca tentang kegiatan saya beberapa hari lalu bersama anak-anak di kelas,yaitu tentang rangkaian cakram warna sederhana.
Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat cakram warna telah tersedia dalam kit sains yang ada di sekolah kami,sehingga tidak terlalu sulit untuk menyusunnya. Jika di sekolah anda terdapat kit sains,anda dapat mencoba menyusun rangkaian cakram warna tersebut, siapkanlah alat dan bahan sebagai berikut :

Sinau Tembang Mijil

"Manuk miber hangideri bumi
Nora wurung mencok
Kadya titah ing ndonya uripe
tan wurung murut kasedan jati
kabeh mung sadermi
Bayangan lumaku "
Demikianlah alunan tembang mijil terlantun merdu dari seorang siswa saya. Tadi, kami mencoba untuk menyanyikan tembang mijil bersama-sama. Sejuk dan menentramkan hati, begitulah perasaan yang tergambar saat mendengar alunan tembang jawa dari lisan-lisan mungil itu.
Tembang Mijil adalah salah satu tembang macapat yang dijadikan pilihan dalam lomba pekan seni tahun ini. Setelah dapat melantunkan tembang tersebut, kami mencoba untuk mempelajari tentang guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu.
Guru gatra mengandung pengertian jumlah larik tembang. Dalam tembang mijil ini, jumlah guru gatra adalah 6, artinya 6 larik atau baris. Sedangkan guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam setiap larik tembang. Guru wilangan tembang mijil adalah 10,6,10,10,6,6. Adapun guru lagu adalah aksara swara (vokal) yang terdapat pada akhir larik. Guru lagu disebut juga dhong-dhing.Guru lagu tembang mijil adalah i,o,e,i,i u.
Dalam penerapannya,guru wilangan sering digabung dengan guru lagu. Apabila digabung antara guru wilangan dan guru lagu menjadi : 10i,6o,10e,10i,,6i,dan 6u.

Cerianya Bermain Kuismatika

Penjumlahan dan pengurangan pecahan merupakan materi yang sulit bagi sebagian siswa. Kesulitan tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya penguasaan siswa terhadap materi KPK yang merupakan prasyarat dalam menentukan penyebut pada penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda. Sebagian siswa juga masih belum menguasai perkalian dengan baik. 
Pada kompetensi dasar 5.2, terdapat materi tentang penjumlahan dan pengurangan berbagi bentuk pecahan. Saya memiliki inisiatif untuk membuat pembelajaran menggunakan model STAD untuk membantu siswa memahami materi tersebut. Model pembelajaran ini saya laksanakan dalam sebuah metode yang saya beri nama kuismatika. Artinya, kuis matematika. Pada pelaksanaannya, saya membagi kelas dalam 3 kelompok yang terdiri dari 4 anak setiap kelompoknya. Lalu, saya ajak mereka bermain kuis dalam 3 level. Pada level 1, saya minta siswa mengerjakan kuis dengan diskusi kelompok pada lembar kerja yang saya bagikan. Pada level 2 dan 3, saya menggunakan media kuis yang saya buat dengan VBA pada powerpoint, Saya menyisipkan lagu anak yang ceria pada kuis tersebut, Sehingga siswa senang dalam mengerjakan. Level 2 dan 3 pun dikerjakan siswa dalam kelompok masing-masing, dan pada akhir setiap level siswa dapat mengecek hasil diskusi kelompoknya dengan klik pada kotak "cek nilai" yang telah saya buat pada slide kuismatika.Pada akhir pertemuan, saya menguji kemampuan individu untuk mengerjakan kuis secara mandiri. Saya mengukur perkembangan skor kelompok dan individu tersebut selama beberapa pertemuan. Alhamdulillah, anak-anak senang dan skor kuis mereka terus meningkat.

Sains Class Experiment

Pada pelajaran sains tentang sifat bahan dan perubahan wujud benda, saya mengajak anak-anak untuk melakukan percobaan tentang kekuatan sifat bahan penyusun suatu benda. Benda yang kami uji kekuatan seratnya adalah senar, serat sabut kelapa,benang jahit, kawat tembaga,dan tali rafia. 
Setelah lilin dinyalakan, anak-anak merentangkan bahan-bahan tersebut di atasnya lalu mengamati peristiwa yang terjadi.

Setelah itu, kami melakukan percobaan tentang perubahan wujud benda. Benda-benda yang diuji perubahan wujudnya antara lain gula pasir, garam dapur, mentega,dan es batu.

Mengapresiasi semangat Patriotisme Siswa

Hari ini 10 November. Peringatan hari pahlawan kali ini bertepatan dengan hari Minggu. Kami, satuan pendidikan sekolah dasar mendapat perintah dari dinas pendidikan kabupaten untuk melaksanakan upacara peringatan hari pahlawan di instansi masing-masing. 

Kemarin, saat kepala sekolah memberikan perintah, hampir semua guru mengeluh karena hari pahlawan bertepatan dengan hari libur sekolah, yaitu hari minggu yang biasa digunakan untuk keluarga. Namun akhirnya semua guru menyetujui pelaksanaan upacara hari pahlawan tersebut.

Menemukan Luas Trapesium dan Layang-layang dengan Metode Gunting Kertas

Pada pembelajaran tentang luas trapesium dan layang-layang di kelas 5, saya mencoba sebuah metode pembelajaran yang saya namakan dengan metode 'Gunting Kertas'. Alat yang diperlukan adalah kertas hvs warna, gunting, penggaris,dan pena atau pensil.
Saya membagikan kertas hvs warna kepada 12 siswa saya. Sebelumnya saya juga telah menyuruh mereka membawa gunting dan penggaris sebagai alat yang akan mereka gunakan saat pembelajaran.

Setiap anak mendapatkan selembar kertas hvs warna.

Menulis Super Cepat

Hari ini saya belajar tentang menulis super cepat. Saya belajar dari kegiatan KKG di gugus saya yang disampaikan oleh Bapak Muji Hartono. Beliau adalah seorang penulis yang pernah memenangkan sayembara menulis di Jakarta yang diadakan oleh pusat kurikulum dan perbukuan.
Tadi,beliau mengisi kegiatan tentang pembelajaran menulis di kelas 5, yaitu cara mengajarkan menulis pada anak kelas 5 dengan metode menulis super cepat. 
Pada saat memulai presentasi,beliau mengajak para guru untuk merefleksi diri tentang 4 golongan berikut

Mari Berdiskusi Tentang Kenampakan Alam di Indonesia

Saat yang berat bagi seorang guru yang mencintai muridnya dan bersemangat dalam membantu siswa belajar adalah ketika harus meninggalkan mereka karena suatu tugas di luar. Saat meninggalkan siswa tersebut, guru sebaiknya merancang tugas agar siswa dapat belajar secara optimal dan target materi dapat tersampaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan. 
Pada pembelajaran IPS besok,karena saya akan meninggalkan siswa,saya merencanakan diskusi kelompok bagi mereka.

Menulis Karangan Deskripsi dengan Media Gambar

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V,terdapat materi menulis karangan. Setelah memberikan tips-tips agar siswa suka menulis pada postingan yang lalu,pada kesempatan kali ini saya ingin menyajikan bagaimana pembelajaran menulis karangan deskripsi dapat diterapkan di kelas V.
Besok,pada pembelajaran menulis karangan,saya ingin agar siswa saya menulis karangan deskripsi.
Skenario pembelajaran yang saya rencanakan adalah sebagai berikut :

Tips Agar Siswa Suka Menulis

Siswa-siswa di kelas saya sungguh aktif dan terampil dalam berbicara. Mereka secara spontan dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya kepada teman atau guru tanpa ditanya,dengan maksud menceritakan keadaan dirinya dan apa yang dialaminya. Namun,setiap kali saya minta mereka menulis, mereka selalu mengeluh. Anak-anak itu merasa kesulitan untuk menyusun rangkaian kalimat menjadi paragraf yang baik.
Pada pembelajaran Bahasa Indonesia tentang keterampilan menulis, saya mencoba suatu cara dengan menyajikan gambar yang diacak. Siswa saya minta mengurutkan,lalu menuangkan isi gambar tersebut dalam sebuah cerita. Biasanya, ada 4 sampai 5 gambar seri yang harus diceritakan.

Karya Siswa : Peta Indonesia


Pada pelajaran IPS seminggu yang lalu, saya memberikan tugas kepada anak-anak untuk menggambar peta Indonesia. Sebelumnya,saya juga telah membantu mereka untuk belajar tentang peta Indonesia menggunakan media peta tempel untuk mengenal pembagian wilayah di Indonesia serta mengenal pembagian waktunya. Pada saat saya minta untuk menggambar, semula anak-anak mengeluh dan takut tidak bisa. Saya bantu mereka dengan memajang peta Indonesia yang besar di muka kelas. Saya juga membiarkan mereka menemukan gambar peta Indonesia di buku-buku lain agar dapat dijadikan contoh untuk menggambar.
Saya bantu anak-anak itu dengan terlebih dahulu memberikan kertas hvs berwarna biru,agar sekaligus dapat menjadi dasar warna lautan. Lalu saya arahkan mereka untuk membuat kotak-kotak berupa kolom dan baris sebagai dasar untuk pembagian letak wilayahnya. Setelah itu,saya biarkan mereka berkreasi sesuai dengan keterampilan mereka untuk menyalin gambar peta Indonesia. Karena belum selesai dikerjakan di sekolah, saya minta anak-anak itu untuk membawa pulang pekerjaan mereka dan memberikan warna pada peta tersebut. Setelah diwarnai,mereka menuliskan nama-nama provinsi beserta ibukotanya. 
Dengan menggambar peta Indonesia, saya ingin anak-anak memperoleh pengalaman langsung dari hasil menggambar dan menentukan letak wilayah provinsinya secara mandiri.

Teacher's Games Tournament

Pada kesempatan kali ini,saya ingin bercerita tentang kegiatan KKG di gugus saya. Tadi, kegiatan KKG diisi oleh 2 ibu guru nasrasumber dari sekolah yang berbeda. Mereka berdua menyajikan materi yang sangat menarik. Materi yang disajikan adalah Model pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament) dalam pembelajaran Matematika kelas VI tentang menghitung luas segi banyak. Saya lalu menyebutnya Teacher's Games Tournament karena yang berperan dalam pembelajaran ini dan menjadi subjek adalah para guru. Lucu juga di saat guru harus kerja kelompok seperti siswa.