Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Pengalaman Mengikuti Diklat Realistic Mathematics Education

Saya bersyukur dapat mengikuti diklat Realistic Mathematics Education yang diselenggarakan oleh South East Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO). Awalnya, saya mengetahui informasi diklat tersebut dari website qitepinmath.org. Kemudian saya mencoba untuk mengikuti seleksi administrasi dengan persyaratan daftar riwayat hidup, surat keterangan sehat, surat keterangan dari ketua KKG, dan sertifikat TOEFL. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, langkah selanjutnya adalah mengikuti tes wawancara. Tes wawancara dilakukan via telepon selama lebih kurang tiga menit. Dalam wawancara tersebut, saya diminta untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan alasan saya mengikuti diklat dalam bahasa Inggris. Seminggu kemudian, saya dihubungi langsung oleh panitia yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi dan dinyatakan berhak mengikuti diklat.

Keindahan Itu Bernama Ocarina

Sahabat pembaca, pantai selalu menyuguhkan pemandangan yang berbeda di setiap tempat. Keindahan pantai  dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta pada waktu tertentu. Pada postingan kali ini, saya ingin menulis sedikit cerita saat berkunjung ke Pantai Ocarina di Batam. Sabtu sore, 29 November 2014 saya menghabiskan waktu di Pantai Ocarina bersama seorang rekan yang membawa buah hatinya. Rekan saya mengajak saya menikmati setiap sudut pemandangan di sana.

Dari Jembatan Barelang Sampai Tanjung Pinggir

Inilah Jembatan Barelang yang terletak di Kota Batam. Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam. Barelang merupakan kepanjangan dari Batam,Rempang,dan Galang. Jembatan sepanjang 750 meter itu membentang indah di atas laut yang menghubungkan tiga pulau. Pada hari Jumat, 28 November 2014, saya berkesempatan mengunjungi Jembatan Barelang yang terletak tak jauh dari pusat kota Batam. Pemandangan di sekitar Jembatan Barelang sungguh cantik, hamparan teluk yang dipagari oleh pulau-pulau yang begitu hijau.
Rombongan bus kami yang terdiri dari tujuh belas orang berhenti tepat sebelum Jembatan Barelang. Kami diberi waktu dua puluh menit untuk menyaksikan keindahan ikon Kota Batam tersebut.Kami berfoto-foto di taman yang tersedia untuk para wisatawan. Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Pinggir. Tanjung Pinggir adalah sebuah resort yang berada di daerah pantai. Di Tanjung Pinggir, terdapat patung Dewi Kwam In berwarna putih yang tingginya kira-kira 5 meter. Terdapat mitos di tempat tersebut, apabila seseorang bisa melempar koin dan tepat mengenai tangan Dewi Kwam In maka segala keinginannya akan terpenuhi. Beberapa orang dalam rombongan kami mencoba melakukan hal tersebut tetapi tak seorang pun yang berhasil . Dari Tanjung Pinggir ini tampak gedung-gedung tinggi Singapura. Pemandangan di Tanjung Pinggir sungguh indah sehingga banyak wisatawan yang menghabiskan waktu di tempat tersebut.

Catatan Inobel 2014

Sahabat pembaca, sungguh bersyukur  bisa kembali menulis di Adenium untuk berbagi pengalaman kepada Anda tentang kegiatan yang baru saya ikuti. Selama seminggu, dari tanggal 24 hingga 29 November 2014 saya berkesempatan mengikuti lomba inovasi pembelajaran tingkat nasional di Batam. Lomba dilaksanakan di Goodway Hotel,Nagoya,Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 98 pendidik dan tenaga  kependidikan Sekolah Dasar se-Indonesia. Lomba inovasi pembelajaran (Inobel) dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori Karya Inovasi Pembelajaran Teknologi Tepat Guna (KIPTTG),Karya Inovasi Pembelajaran Alat Peraga (KIPAP),dan Karya Inovasi Pembelajaran Karya Seni (KIPKS). KIPTTG terdiri dari 54 peserta,KIPAP terdiri dari 35 peserta,dan KIPKS terdiri dari 9 peserta. Saya termasuk dalam kategori KIPTTG. Pembukaan dilakukan pada hari Senin, 24 November 2014. Hal yang berkesan bagi saya saat acara pembukaan adalah pertunjukan Tari Persembahan dan Musik Tradisional Kepulauan Riau oleh siswa-siswi SMP. Selain itu, gaya pantun Melayu dari pembawa acara juga memikat hati.

Kebun Binatang Surabaya

Setelah sebulan di Surabaya, saya baru menyadari bahwa ternyata Kebun Binatang Surabaya (KBS)  itu dekat dengan tempat tinggal saya. Cukup berjalan kaki 45 menit atau 15 menit naik angkutan umum akan sampai di Kebun Binatang Surabaya. Meski sudah sering berkunjung ke kebun binatang saya tetap penasaran dengan kebun binatang yang satu ini.Dari halte Rumah Sakit Islam (RSI) saya naik Lyn D dan turun tepat di depan Toko Buku Toga Mas karena ada tugas untuk membeli sebuah buku pegangan kuliah. Dari Toga Mas, saya dan seorang teman berjalan kira-kira 200 meter ke selatan. Kami menyempatkan diri untuk berfoto di depan Kebun Binatang Surabaya. Di depan KBS, ada patung lambang Kota Surabaya yang tingginya sekitar 10 m. Setelah puas berfoto ria, kami masuk ke KBS dengan membeli karcis di loket.
Untuk masuk ke Kebun Binatang Surabaya, cukup membayar Rp 15.000,00 per orang. Seperti kebun binatang pada umumnya, KBS dihuni beraneka ragam satwa. Hal yang unik menurut saya dari Kebun Binatang Surabaya adalah kondisi alamnya yang masih natural dan cukup luas. Kebun Binatang Surabaya bak sebuah hutan yang dihuni berbagai jenis satwa dalam kerangkeng. Ketika memasuki KBS, saya langsung menuju ke lokasi jerapah dan zebra. Jerapah dan zebra di Kebun Binatang Surabaya dijadikan satu lokasi. Dua ekor zebra dan seekor jerapah hidup berdampingan dan menciptakan perpaduan pemandangan yang menyenangkan. Zebra dengan kulit hitam dan putih bergaris sedangkan jerapah dengan kulit coklat dan putih yang membentuk pola teratur.

Menikmati Keindahan Balai Kota

Pada akhir pekan kemarin, saya mengikuti tour gratis Surabaya Heritage Track selama satu setengah jam. Bus berangkat dari House of Sampoerna pada pukul 15.00. Untuk naik Surabaya Heritage Track (SHT) saya telah memesan tiket 5 hari sebelum keberangkatan. Rute SHT sore itu adalah Balai Kota dan Gedung Kesenian. SHT dapat memuat dua puluh penumpang. Perjalanan kami disertai oleh dua orang pemandu yang menjelaskan sejarah gedung-gedung tua di sepanjang jalan yang dilalui. 
Sungguh menyenangkan menikmati perjalanan sore hari di kota tua. Kami melalui gedung-gedung bersejarah yang meninggalkan jejak peristiwa zaman penjajahan. Kami melewati Jembatan Merah, Gedung P2T, Hotel Majapahit, Balai Pemuda,Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Kawasan Kraton. Ketika sampai di Balai Kota Surabaya, kami diberi waktu selama sepuluh menit. Waktu yang singkat tersebut saya manfaatkan untuk menikmati keindahan halaman dan kompleks Balai Kota.

Sepanjang Jembatan Merah

Pada hari Minggu kemarin saya bersama beberapa orang teman menjelajahi Kota Surabaya. Kami bermaksud naik bus wisata gratis untuk keliling kota. Bus wisata yang bernama Surabaya Heritage Track tersebut beroperasi setiap hari kecuali hari Senin. Waktu pemberangkatan bus tersebut adalah pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 15.00. Rute yang ditempuh pun berbeda-beda untuk setiap jam pemberangkatan. Lama waktu perjalanan Surabaya Heritage Track adalah satu setengah jam.
Maksud kami untuk keliling Kota Surabaya hari itu rupanya belum bisa terlaksana karena untuk naik Surabaya Heritage Track harus memesan tiket beberapa hari sebelumnya. Kami pun memesan tiket untuk pekan depan dan mengganti acara dengan memasuki House of Sampoerna yang merupakan pangkalan dari Surabaya Heritage Track. Kami menghabiskan waktu satu jam lebih mengamati bagian dalam Museum Sampoerna yang terdiri dari dua lantai. Di dalam museum yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara itu terdapat benda-benda bersejarah dan foto-foto perkembangan pabrik rokok Sampoerna di Indonesia. Setelah puas mengamati museum,kami kemudian keluar dan berjalan menuju ke JMP ( Jembatan Merah Plaza ) yang ditempuh dengan 15 menit jalan kaki.

Dari Kampung Ilmu sampai PGS

Akhir pekan yang menyenangkan. Hari ini saya berkesempatan menjelajahi sudut lain Kota Surabaya. Libur kuliah adalah waktu yang dapat saya manfaatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekaligus mengenal Kota Surabaya.
Pagi hari sekitar pukul 08.00 saya bersama seorang teman berangkat dari kos. Dari arah selatan, Ketintang, kami berjalan kaki hingga ke Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya kira-kira 2 km. Di depan RSI itulah saya menemukan angkutan umum yang menuju ke arah Pasar Turi. Ada hal unik di sini, orang-orang menamakan angkutan umum yang di tempat saya disebut angkot atau colt dengan nama Lyn atau Bemo. Setiap bemo mempunyai kode huruf yang berbeda-beda dengan rute tertentu. 
Kami naik Lyn D lalu turun di Kampung Ilmu yang terletak di Jalan Semarang. Di sini lah lokasi buku-buku lengkap baik baru maupun bekas tersedia. Harga buku di Kampung Ilmu juga terjangkau. Saya jadi teringat Shopping di Yogyakarta. Shopping adalah pusat buku yang sering saya kunjungi bila sedang berada di Yogyakarta. Berbeda dengan toko-toko di Shopping yang berada pada satu kompleks, toko-toko di Kampung Ilmu berada di sepanjang Jalan Semarang. 

Menjemput Cita di Gerbang Unesa

Hai sahabat , lama tak meluangkan waktu menulis cerita tentang kehidupan pribadi. Ini cerita saya, tentang sebuah kesyukuran akan kesempatan yang saya peroleh untuk melanjutkan studi S2. 
Setahun yang lalu, saya pernah bercita-cita untuk melanjutkan studi S2 dengan program studi yang relevan dengan pekerjaan saya. Untuk pegawai muda seperti saya, biaya studi S2 bukanlah hal yang murah. Maka saya bercita-cita, suatu hari saya akan melanjutkan S2 dengan ikut program beasiswa. Dan... postingan ini adalah sebuah angan-angan yang pernah ada di pikiran saya beberapa bulan lalu. Saya membayangkan, diterima beasiswa S2, dan menuliskan kesyukuran saya pada halaman Adenium.

Di Sudut Kota Surabaya

Tempat baru,lingkungan baru, dan orang-orang baru. Itulah adaptasi yang tengah saya jalani di tengah keramaian kota yang baru saya tinggali 4 hari ini. Surabaya, pemukiman yang padat,keramaian, kendaraan yang lalu lalang tiada henti, mahasiswa yang hilir mudik ke kampus, pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar, adalah sederet pemandangan yang saya tangkap dalam keseharian di sini.
Tentu saja, dalam sebuah tulisan ada hal mengesankan atau sebuah pesan yang ingin saya sampaikan melalui pengalaman yang saya peroleh. 
Sahabat pembaca, ketika saya membeli jus belimbing sore tadi sekitar pukul 18.30, datang seorang gadis kecil. Perawakannya kurus dengan tinggi kira-kira 1 meter. Penampilannya bersahaja dan terawat. Tetapi, gadis itu membawa alat musik yang saya namakan "kecrek" dan sebuah tas hitam kecil yang diselempangkan di bahu mungilnya. Lalu gadis kecil itu memainkan "kecrek" di depan penjual jus,karena tidak dihiraukan, dia menghampiri saya yang sedang menunggu jus belimbing diblender. Belum sempat memainkan "kecrek", saya mengajak gadis kecil itu bicara,potongan dialognya sebagai berikut :

Sebuah Kantong Plastik

Di suatu siang yang terik sepulang mengajar, saya pergi berbelanja untuk sebuah keperluan. Saya membeli sebuah baju koko,sajadah, sprei,dan selimut,beserta 6 buah kertas kado. Berat sekali bawaan saya yang serba kain itu. Ketika  tiba di sebelah utara alun-alun saya merasakan sesuatu yang berbeda dengan kendaraan saya. Oh, ternyata ban belakang motor saya bocor.
Saya lalu menepi dan berjalan perlahan hingga menemukan sebuah bengkel. Bengkel kecil di dekat trotoar itu mempunyai sebuah kursi bambu yang agak panjang sehingga memungkinkan saya untuk berteduh di sana. 
Belum selesai pemuda bengkel itu menambal ban belakang motor saya, angin bertiup kencang,langit menjadi gelap,dan turunlah hujan deras. Kemudian saya merasa cemas dengan barang belanjaan saya. "Bagaimana saya mengamankan bahan-bahan kain ini dari hujan ? Tidak mungkin menunggu hujan reda, bisa pulang terlambat nanti",pikir saya sambil mencari-cari ide untuk bisa pulang.

Kecanthol

Kecanthol.
Aku tersenyum sendiri mengingat kata yang satu ini. Dalam Bahasa Indonesia, orang biasa menyebutnya dengan istilah kecantol. Tetapi, dalam Bahasa Jawa dinamakan kecanthol. Kecanthol dalam bahasa sederhana dapat diartikan tersangkut sesuatu. Mengapa saya ingin tersenyum mendengar atau membaca kata kecanthol ?
Setelah jam istirahat pertama usai, bel masuk berbunyi. Sebagian siswa perempuan masih menyapu di beranda kelas. Anak laki-laki mulai memasuk ruangan. Adapula yang masih di luar menghabiskan jajan. 
Saya melangkah mendekati kelas. Di pintu, anak-anak berkerumun. Sepertinya sesuatu telah terjadi. Ternyata benar, Tetuko anak paling aktif di kelasku sedang menarik-narik sesuatu di tepi pintu. "Ugh, ugh, uhhhh, angel banget sih ". Anak-anak yang lain bersorak-sorai membuat panik, ada juga yang tertawa terbahak-bahak. Lalu aku mendekat. Oh, ternyata lubang kancing baju lengan panjang di bagian pergelangan tangan anak itu tersangkut paku di pintu. Spontan saja aku ikut tertawa. Karena geli, aku lalu berkata pada anak itu, "Ya sudah kamu di situ saja sampai nanti, itu karena kamu terlalu aktif sehingga pintu pun ingin mengekang tanganmu ". Hampir 15 menit kubiarkan anak itu melepaskan bajunya yang tersangkut paku. Setelah berhasil lepas, anak itu lalu duduk terdiam dan nyaris menangis. Lucu juga pemandangan seperti ini. Dalam hati aku tertawa geli melihat putraku yang begitu aktif bisa  kecanthol paku di pintu kelas :)

Seikat Rambutan dan Sebuah Padasan Tua

Kawan, hidup terus berjalan. Apa yang telah berlalu mungkin tak akan kita temui lagi esok hari. Ada orang-orang yang bersama kita dalam waktu cukup lama. Ada yang hanya singgah beberapa saat saja. Bahkan ada, seseorang yang hanya kita temui sekali saja dalam hidup ini. Mungkin, pertemuan pertama sekaligus pertemuan terakhir. Kira-kira begitu dengan diri saya :).
Saat menulis postingan ini, saya sedang duduk sendiri di rumah. Hampir tengah malam, tak ada keluarga yang di rumah, hujan gerimis juga mulai turun. Bahkan, rumah depan saya juga kosong. 
Ya, begitulah kehidupan, terkadang orang-orang harus pergi ke tempat lain untuk suatu keperluan.
Baiklah, saya ingin menulis tentang pemandangan di sebelah timur rumah saya. Ada sebuah bejana wudhu, kami menamakannya padasan , dan ada seikat rambutan yang menjuntai dari pohonnya, tepat di samping padasan itu. Saya ingin mengabadikan pemandangan ini dengan menulis sedikit cerita, bahwa seikat rambutan dan sebuah padasan adalah simbol dua generasi. Padasan itu adalah peninggalan kakek dan nenek saya yang telah tiada  sekitar 15 tahun silam. Padasan itu sudah berusia cukup tua. Kira-kira hampir 30 tahun. Sedangkan rambutan itu, baru ditanam oleh ayah saya 2 tahun silam. Kini, sebuah padasan tua dan seikat rambutan berdampingan dengan indah dan memberikan pemandangan klasik setiap saya melongok keluar jendela. Hal ini memberikan pengalaman dalam diri saya, bahwa saya harus mengingat dan mendoakan selalu kakek dan nenek saya, serta menghargai ayah saya yang telah menanam banyak pohon buah di pekarangan kami hingga menciptakan sebuah pemandangan asri dan menyejukkan mata. Seikat rambutan dan sebuah padasan tua,simbol tradisi yang menyatu dengan alam.

4 hari di Semarang

Sejak menjadi guru tahun 2009, rasanya baru kali ini saya berkesempatan mengikuti lomba. Bermodal rasa percaya diri, saya tidak peduli seperti apa karya yang saya buat. 
Memberanikan diri mengikuti lomba pembuatan media pembelajaran interaktif merupakan salah satu bentuk kepercayaan diri saya yang sedikit berlebih. Saya katakan demikian, karena setelah sampai di arena lomba, saya adalah peserta yang paling pemula dan benar-benar baru belajar. Meskipun demikian, saya bersyukur dapat bertemu teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang dapat memotivasi saya untuk belajar lebih banyak.


Ternyata, di luar sana ada guru-guru yang luar biasa dalam mendedikasikan diri untuk dunia pendidikan di Indonesia. 
Dari sini lah saya belajar bahwa kemauan yang kuat dan tekad yang bulat sungguh diperlukan sebagai modal untuk belajar. Semangat, disiplin, dan rajin bisa menjadi hal-hal yang membedakan antara saya dan orang-orang yang ada jauh di depan saya.
Perlombaan kemarin menjadi sarana refleksi bagi diri saya sendiri. 
Dengan banyak bertanya, saya membuka cakrawala berpikir, bahwa keberhasilan yang diperoleh rekan-rekan bukanlah perkara instan.

Jelang Lomba Multimedia 2013

Bermalam-malam, berbulan-bulan saya habiskan waktu di depan layar. Mempelajari sesuatu yang baru, yang belum pernah saya coba selama ini.
Saya telah belajar membuat blog sendiri secara sederhana, belajar untuk menuangkan gagasan dalam pikiran saya,berbagi soal-soal, resep maskan,menuangkan cerita-cerita mengajar saya secara lugas dan apa adanya. 
Bulan berganti, minat saya meningkat untuk belajar tentang animasi sederhana, menyajikan pembelajaran untuk siswa dengan sebuah software yang sudah familiar di kalangan para pendidik, yaitu menggunakan powerpoint .

Agrowisata Mini

Sungguh, saya tidak perlu pergi jauh-jauh apabila ingin menikmati hawa sejuk, pemandangan hijau, dan kebun buah.
Di awal musim penghujan ini saya bersyukur karena Allah mengaruniakan rezeki berupa buah-buahan yang hampir bersamaan musimnya. Di sebelah timur rumah saya, tengah berbuah lebat sebuah pohon mangga nanas, di dekat pohon mangga nanas itu, tengah berbuah dengan lebat pula sebuah pohon jambu air merah yang sangat segar untuk rujakan.

Saat Kalian Masih Mengingatku

Setahun yang lalu,kita masih bersama di sekolah kita tercinta. Namun kebijakan pemerintah tentang regrouping SD telah memisahkan kita. Ibu bertugas di tempat yang berbeda dari sekolah yang akan kalian tinggali. Waktu itu,hubungan ibu dan kalian tengah begitu erat dan mesra. Kalian menyayangi ibu sebagaimana ibu menyayangi kalian. Kita tentu ingat anak-anakku,waktu pertama Ibu datang ke sekolah kalian 4 tahun yang lalu. Kalian masih kecil,waktu itu kalian duduk di kelas 2.

Waktu Jelajah 5 Benua

Pada postingan yang lalu,saya pernah menceritakan tentang pengalaman saya masuk ke wahana Rumah Benua di Jatim Park 2. Pada kesempatan kali ini,saya ingin menceritakan kepada anda bagaimana suasana di dalam rumah benua itu. 
Saat penjaga wahana rumah benua menjalankan kapal petualangannya dan kami memasuki sebuah ruang gelap,kenampakan benua yang pertama muncul adalah benua Asia. Gambar di samping tidak begitu jelas karena saya memotretnya dengan kamera ponsel selagi kapal berjalan.

Kebahagiaan Sederhana

Pagi tadi,saat akan memasuki kelas,pintu di kelas saya masih tertutup. Lalu ada seorang anak yang membuka pintu,namun tak seorang pun dari mereka yang nampak. Tiba-tiba lampu kelas dinyalakan,dan semua anak yang ternyata bersembunyi itu keluar lalu bernyanyi lagu 'Selamat Ulang Tahun' dengan kompak dan iringan musik ritmis yang meriah.

Tips-Tips Belajar

Saya operator sekolah,hampir setiap saat berhadapan dengan laptop dan komputer. Saya ingin berbagi sedikit cerita pengalaman saya pada kesempatan saat saya tidak sedang mengajar seperti sekarang.
Belum lama ini,sekitar 2 minggu yang lalu,saya mendapat tugas untuk menginstall aplikasi simda/ inventaris barang daerah. Semula saya merasa kesulitan,tapi setelah saya coba dengan mengerahkan segenap pikiran ,akhirnya saya berhasil. Pada percobaan instalasi,saya menghabiskan waktu hampir 3 hari untuk memikirkan instalasi simda tersebut. Akhirnya saya berhasil install,tetapi belum bisa login. Saya juga bertanya via sms kepada operator sekolah lain. Anehnya,sebelum opeator tersebut menjawab sms saya,saya sudah berhasil melanjutkan proses installnya,bahkan pada saat hampir final,saya merasakan kesulitan untuk login autentifikasi server. Saya lalu sms lagi ke operator sekolah lain. Sebelum dijawab sms itu,saya sudah bisa login dan berhasil masuk ke sistem. Dari pengalaman saya dalam bekerja,saya punya tips-tips belajar sebagai berikut :