Sahabat pembaca, pantai selalu menyuguhkan pemandangan yang berbeda di setiap tempat. Keindahan pantai dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta pada waktu tertentu. Pada postingan kali ini, saya ingin menulis sedikit cerita saat berkunjung ke Pantai Ocarina di Batam. Sabtu sore, 29 November 2014 saya menghabiskan waktu di Pantai Ocarina bersama seorang rekan yang membawa buah hatinya. Rekan saya mengajak saya menikmati setiap sudut pemandangan di sana.
Showing posts with label Tour. Show all posts
Showing posts with label Tour. Show all posts
Dari Jembatan Barelang Sampai Tanjung Pinggir
Inilah Jembatan Barelang yang terletak di Kota Batam. Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam. Barelang merupakan kepanjangan dari Batam,Rempang,dan Galang. Jembatan sepanjang 750 meter itu membentang indah di atas laut yang menghubungkan tiga pulau. Pada hari Jumat, 28 November 2014, saya berkesempatan mengunjungi Jembatan Barelang yang terletak tak jauh dari pusat kota Batam. Pemandangan di sekitar Jembatan Barelang sungguh cantik, hamparan teluk yang dipagari oleh pulau-pulau yang begitu hijau.
Rombongan bus kami yang terdiri dari tujuh belas orang berhenti tepat sebelum Jembatan Barelang. Kami diberi waktu dua puluh menit untuk menyaksikan keindahan ikon Kota Batam tersebut.Kami berfoto-foto di taman yang tersedia untuk para wisatawan. Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Pinggir. Tanjung Pinggir adalah sebuah resort yang berada di daerah pantai. Di Tanjung Pinggir, terdapat patung Dewi Kwam In berwarna putih yang tingginya kira-kira 5 meter. Terdapat mitos di tempat tersebut, apabila seseorang bisa melempar koin dan tepat mengenai tangan Dewi Kwam In maka segala keinginannya akan terpenuhi. Beberapa orang dalam rombongan kami mencoba melakukan hal tersebut tetapi tak seorang pun yang berhasil . Dari Tanjung Pinggir ini tampak gedung-gedung tinggi Singapura. Pemandangan di Tanjung Pinggir sungguh indah sehingga banyak wisatawan yang menghabiskan waktu di tempat tersebut.
Label:
Barelang,
Batam,
Inobel,
Pengalaman,
Story,
Tanjung Pinggir,
Tour,
Travelling
Kebun Binatang Surabaya
Setelah sebulan di Surabaya, saya baru menyadari bahwa ternyata Kebun Binatang Surabaya (KBS) itu dekat dengan tempat tinggal saya. Cukup berjalan kaki 45 menit atau 15 menit naik angkutan umum akan sampai di Kebun Binatang Surabaya. Meski sudah sering berkunjung ke kebun binatang saya tetap penasaran dengan kebun binatang yang satu ini.Dari halte Rumah Sakit Islam (RSI) saya naik Lyn D dan turun tepat di depan Toko Buku Toga Mas karena ada tugas untuk membeli sebuah buku pegangan kuliah. Dari Toga Mas, saya dan seorang teman berjalan kira-kira 200 meter ke selatan. Kami menyempatkan diri untuk berfoto di depan Kebun Binatang Surabaya. Di depan KBS, ada patung lambang Kota Surabaya yang tingginya sekitar 10 m. Setelah puas berfoto ria, kami masuk ke KBS dengan membeli karcis di loket.
Untuk masuk ke Kebun Binatang Surabaya, cukup membayar Rp 15.000,00 per orang. Seperti kebun binatang pada umumnya, KBS dihuni beraneka ragam satwa. Hal yang unik menurut saya dari Kebun Binatang Surabaya adalah kondisi alamnya yang masih natural dan cukup luas. Kebun Binatang Surabaya bak sebuah hutan yang dihuni berbagai jenis satwa dalam kerangkeng. Ketika memasuki KBS, saya langsung menuju ke lokasi jerapah dan zebra. Jerapah dan zebra di Kebun Binatang Surabaya dijadikan satu lokasi. Dua ekor zebra dan seekor jerapah hidup berdampingan dan menciptakan perpaduan pemandangan yang menyenangkan. Zebra dengan kulit hitam dan putih bergaris sedangkan jerapah dengan kulit coklat dan putih yang membentuk pola teratur.
Label:
Kebun Binatang,
Life,
Story,
Surabaya,
Tour,
Travelling
Menikmati Keindahan Balai Kota
Pada akhir pekan kemarin, saya mengikuti tour gratis Surabaya Heritage Track selama satu setengah jam. Bus berangkat dari House of Sampoerna pada pukul 15.00. Untuk naik Surabaya Heritage Track (SHT) saya telah memesan tiket 5 hari sebelum keberangkatan. Rute SHT sore itu adalah Balai Kota dan Gedung Kesenian. SHT dapat memuat dua puluh penumpang. Perjalanan kami disertai oleh dua orang pemandu yang menjelaskan sejarah gedung-gedung tua di sepanjang jalan yang dilalui.
Sungguh menyenangkan menikmati perjalanan sore hari di kota tua. Kami melalui gedung-gedung bersejarah yang meninggalkan jejak peristiwa zaman penjajahan. Kami melewati Jembatan Merah, Gedung P2T, Hotel Majapahit, Balai Pemuda,Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Kawasan Kraton. Ketika sampai di Balai Kota Surabaya, kami diberi waktu selama sepuluh menit. Waktu yang singkat tersebut saya manfaatkan untuk menikmati keindahan halaman dan kompleks Balai Kota.
Subscribe to:
Posts (Atom)