Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Anak Belajar dari Kehidupannya

Sahabat pembaca, orang tua, dan para pendidik, semoga kesehatan dan keahagiaan selalu menyertai kita di mana pun berada. Malam ini,di rumah yang tenang dalam masa libur kuliah, saya ingin sedikit berbagi tentang sebuah catatan yang saya peroleh dari buku yang saya baca. Catatan ini sudah pernah saya peroleh di bangku kuliah maupun di seminar-seminar yang dipaparkan oleh narasumber yang berkecimpung di dunia pendidikan. Beberapa poin yang akan saya tulis ini semoga dapat mengingatkan kita  semua bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Dorothy Law Nolte dalam Gordon dan Jeannette (2000:104) menyampaikan pendapatnya tentang anak-anak yang belajar tentang kehidupannya. Anak-anak itu memiliki sifat dan perilaku yang beragam, sesuai dengan bagaimana mereka dibesarkan. Beberapa poin yang perlu kita ingat antara lain :
  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
  • Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Kebun Binatang Surabaya

Setelah sebulan di Surabaya, saya baru menyadari bahwa ternyata Kebun Binatang Surabaya (KBS)  itu dekat dengan tempat tinggal saya. Cukup berjalan kaki 45 menit atau 15 menit naik angkutan umum akan sampai di Kebun Binatang Surabaya. Meski sudah sering berkunjung ke kebun binatang saya tetap penasaran dengan kebun binatang yang satu ini.Dari halte Rumah Sakit Islam (RSI) saya naik Lyn D dan turun tepat di depan Toko Buku Toga Mas karena ada tugas untuk membeli sebuah buku pegangan kuliah. Dari Toga Mas, saya dan seorang teman berjalan kira-kira 200 meter ke selatan. Kami menyempatkan diri untuk berfoto di depan Kebun Binatang Surabaya. Di depan KBS, ada patung lambang Kota Surabaya yang tingginya sekitar 10 m. Setelah puas berfoto ria, kami masuk ke KBS dengan membeli karcis di loket.
Untuk masuk ke Kebun Binatang Surabaya, cukup membayar Rp 15.000,00 per orang. Seperti kebun binatang pada umumnya, KBS dihuni beraneka ragam satwa. Hal yang unik menurut saya dari Kebun Binatang Surabaya adalah kondisi alamnya yang masih natural dan cukup luas. Kebun Binatang Surabaya bak sebuah hutan yang dihuni berbagai jenis satwa dalam kerangkeng. Ketika memasuki KBS, saya langsung menuju ke lokasi jerapah dan zebra. Jerapah dan zebra di Kebun Binatang Surabaya dijadikan satu lokasi. Dua ekor zebra dan seekor jerapah hidup berdampingan dan menciptakan perpaduan pemandangan yang menyenangkan. Zebra dengan kulit hitam dan putih bergaris sedangkan jerapah dengan kulit coklat dan putih yang membentuk pola teratur.

Menikmati Keindahan Balai Kota

Pada akhir pekan kemarin, saya mengikuti tour gratis Surabaya Heritage Track selama satu setengah jam. Bus berangkat dari House of Sampoerna pada pukul 15.00. Untuk naik Surabaya Heritage Track (SHT) saya telah memesan tiket 5 hari sebelum keberangkatan. Rute SHT sore itu adalah Balai Kota dan Gedung Kesenian. SHT dapat memuat dua puluh penumpang. Perjalanan kami disertai oleh dua orang pemandu yang menjelaskan sejarah gedung-gedung tua di sepanjang jalan yang dilalui. 
Sungguh menyenangkan menikmati perjalanan sore hari di kota tua. Kami melalui gedung-gedung bersejarah yang meninggalkan jejak peristiwa zaman penjajahan. Kami melewati Jembatan Merah, Gedung P2T, Hotel Majapahit, Balai Pemuda,Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Kawasan Kraton. Ketika sampai di Balai Kota Surabaya, kami diberi waktu selama sepuluh menit. Waktu yang singkat tersebut saya manfaatkan untuk menikmati keindahan halaman dan kompleks Balai Kota.

Sepanjang Jembatan Merah

Pada hari Minggu kemarin saya bersama beberapa orang teman menjelajahi Kota Surabaya. Kami bermaksud naik bus wisata gratis untuk keliling kota. Bus wisata yang bernama Surabaya Heritage Track tersebut beroperasi setiap hari kecuali hari Senin. Waktu pemberangkatan bus tersebut adalah pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 15.00. Rute yang ditempuh pun berbeda-beda untuk setiap jam pemberangkatan. Lama waktu perjalanan Surabaya Heritage Track adalah satu setengah jam.
Maksud kami untuk keliling Kota Surabaya hari itu rupanya belum bisa terlaksana karena untuk naik Surabaya Heritage Track harus memesan tiket beberapa hari sebelumnya. Kami pun memesan tiket untuk pekan depan dan mengganti acara dengan memasuki House of Sampoerna yang merupakan pangkalan dari Surabaya Heritage Track. Kami menghabiskan waktu satu jam lebih mengamati bagian dalam Museum Sampoerna yang terdiri dari dua lantai. Di dalam museum yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara itu terdapat benda-benda bersejarah dan foto-foto perkembangan pabrik rokok Sampoerna di Indonesia. Setelah puas mengamati museum,kami kemudian keluar dan berjalan menuju ke JMP ( Jembatan Merah Plaza ) yang ditempuh dengan 15 menit jalan kaki.

Dari Kampung Ilmu sampai PGS

Akhir pekan yang menyenangkan. Hari ini saya berkesempatan menjelajahi sudut lain Kota Surabaya. Libur kuliah adalah waktu yang dapat saya manfaatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekaligus mengenal Kota Surabaya.
Pagi hari sekitar pukul 08.00 saya bersama seorang teman berangkat dari kos. Dari arah selatan, Ketintang, kami berjalan kaki hingga ke Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya kira-kira 2 km. Di depan RSI itulah saya menemukan angkutan umum yang menuju ke arah Pasar Turi. Ada hal unik di sini, orang-orang menamakan angkutan umum yang di tempat saya disebut angkot atau colt dengan nama Lyn atau Bemo. Setiap bemo mempunyai kode huruf yang berbeda-beda dengan rute tertentu. 
Kami naik Lyn D lalu turun di Kampung Ilmu yang terletak di Jalan Semarang. Di sini lah lokasi buku-buku lengkap baik baru maupun bekas tersedia. Harga buku di Kampung Ilmu juga terjangkau. Saya jadi teringat Shopping di Yogyakarta. Shopping adalah pusat buku yang sering saya kunjungi bila sedang berada di Yogyakarta. Berbeda dengan toko-toko di Shopping yang berada pada satu kompleks, toko-toko di Kampung Ilmu berada di sepanjang Jalan Semarang. 

Menjemput Cita di Gerbang Unesa

Hai sahabat , lama tak meluangkan waktu menulis cerita tentang kehidupan pribadi. Ini cerita saya, tentang sebuah kesyukuran akan kesempatan yang saya peroleh untuk melanjutkan studi S2. 
Setahun yang lalu, saya pernah bercita-cita untuk melanjutkan studi S2 dengan program studi yang relevan dengan pekerjaan saya. Untuk pegawai muda seperti saya, biaya studi S2 bukanlah hal yang murah. Maka saya bercita-cita, suatu hari saya akan melanjutkan S2 dengan ikut program beasiswa. Dan... postingan ini adalah sebuah angan-angan yang pernah ada di pikiran saya beberapa bulan lalu. Saya membayangkan, diterima beasiswa S2, dan menuliskan kesyukuran saya pada halaman Adenium.

Sepanjang Selat Bali

Malam gerimis di akhir liburan, cuaca dingin dan tak ada bintang. Saya teringat sebuah kenangan beberapa minggu yang lalu, saat menyeberangi Selat Bali. Malam ini,saya ingin menuangkan kenangan tersebut dalam sebuah catatan singkat yang mungkin akan saya ingat hingga hari esok.
Siang itu, rombongan wisata kami akan menyeberang dari Jawa Timur ke Bali melalui pelabuhan Ketapang. Sekitar pukul 14.00 bus yang kami naiki memasuki pelabuhan Ketapang. Beberapa saat kemudian, bus memasuki kapal feri. Bus berada di lantai bawah kapal feri, sedangkan para penumpang naik ke lantai 2. Di lantai 2 inilah saya dan rombongan wisata menikmati keindahan Selat Bali sembari berfoto-foto.

Keindahan GWK

Inilah Garuda Wisnu Kencana, sebuah tempat wisata di Bali yang saya kunjungi bersama rombongan wisata koperasi di kecamatan kami. Saat memasuki GWK, kami disambut dengan patung-patung berbagai macam hewan yang terdapat di kiri dan kanan jalan. Ada harimau,komodo,gajah, dll. Memasuki taman GWK, tertangkap kehijauan di setiap mata memandang, kolam air yang jernih, dan 104 anak tangga untuk menuju ke patung Dewa Wisnu yang terdapat di atas bukit. 
Inilah patung garuda/ jatayu yang dibangun begitu megah di atas kawasan bukit-bukit bebatuan. Keberadaan patung tersebut menjulang di siang hari yang terik dengan langit biru, sehingga memberikan kesan gagah dan perkasa.
Matahari siang yang cukup memberikan sinar tersebut menciptakan bayangan yang saya abadikan dalam gambar di samping. Suasana siang yang terik tidak membuat pengunjung merasa kepanasan karena udara di sekitar kawasan GWK cukup sejuk. GWK cukup luas. Selain beberapa patung besar yang berdiri di atas bukit, GWK dilengkapi dengan hotel,restoran, pusat belanja oleh-oleh, food court, arena bermain, dan amphiteather untuk menampilkan tarian tradisional Bali yang khusus disediakan untuk memanjakan pengunjung GWK.

Lembutnya Senja di Pantai Kute

Senin, 23 Juni 2014. Saya berkesempatan mengunjungi pantai Kute. Bila selama ini saya hanya mendengar atau melihat lewat media, senja itu dengan segenap indera saya bisa menikmati keindahan Pantai Kute. 
Seperti pantai-pantai pada umumnya, Kute adalah ombak, pasir,angin, matahari terbenam, voli pantai, berjemur, dan turis. Satu hal menonjol yang mungkin membedakan Kute dari pantai-pantai lain adalah keberadaan turis asing yang memanfaatkan pantai sebagai arena berjemur dan berselancar dengan keindahan ombak.

Baron-Indrayanti (2)

Indrayanti. Ke dua kali saya mengunjungi pantai yang eksotik ini. Naik ke atas bukit,dan mengambil gambar pemandangan di samping, adalah hal yang mengesankan bagi saya pada akhir pekan kemarin. Keindahan ombak,hamparan pasir putih,payung-payung warna,dan bukit karang yang berhiaskan pepohonan adalah sederetan pemandangan yang melekat dalam ingatan. Sayang sekali, ombak kali ini tak sedamai dulu ketika saya pertama berkunjung.Gelombang siang hari itu cukup tinggi sehingga saya tak memberanikan diri untuk bermain-main di tepian pantai.
Berfoto di dekat bukit karang dengan latar belakang ombak menjadi pilihan saya siang itu. Matahari cukup terik,sehingga latar belakang ombak yang begitu cerah mennghasilkan bidikan yang agak gelap. Meski demikian,saya senang bisa merasakan dinginnya air yang menghampiri kaki saya saat berdiri di atas batu karang. Rasanya sejuk dan teduh sekali berada di dekat bukit karang itu. Pasir yang berwarna putih membuat warna yang kontras pada bukit karang yang berderet di sepanjang pantai.
Pemandangan lain yang tak lepas dari bidikan kamera saya adalah payung-payung warna. Payung-payung itu seperti pelangi, berwarna merah,kuning,hijau,biru. Paduan yang sungguh cerah di antara hamparan pasir putih yang hangat.

Merahnya Senja di Ujung Februari

"Bila yang tertulis untukku
adalah yang terbaik untukmu
kan kujadikan kau kenangan
yang terindah dalam hidupku"
Sepotong lagu "Kenangan Terindah" menemani saya menulis malam ini.
Apa kabar sahabat ?
Semoga semua waktu anda membawa kebahagiaan dan manfaat bagi orang-orang di sekeliling anda.
Februari telah berakhir, berarti berakhir pula semua kesibukan saya pada pekan seni. 
Kini saatnya beranjak menuju kesibukan lain dan memulai program-program pribadi yang sempat terhenti karena beberapa kesibukan.
Senja yang merah. Itulah gambar yang saya tangkap dari kamera saya sore tadi. Melalui jendela kamar, saya menatap keluar dan saya dapatkan keindahan yang demikian elegan. Subhanallah, langit merah ditutupi rindang pepohonan terbentang jelas di kedua mata saya. Maka saya pun mengabadikan momen ini dan menulisnya dalam catatan mungil di Adenium.
Senja yang merah di ujung Februari, benar-benar memberi saya isyarat untuk mengistirahatkan jiwa dari segala kesibukan aktivitas duniawi. Senja ini, seperti mengantarkan saya ke sebuah tempat di mana saya menemukan sebuah teman untuk menyandarkan semua kelelahan. Senja merah menjemput malam yang indah, seperti malam ini, langit cerah dan suasana begitu hangat, berada di sekeliling orang-orang tercinta dalam rumah sederhana yang penuh kasih sayang.
Senja yang merah, seakan mengantarkan saya untuk pergi esok pagi. Pergi menjemput hari-hari yang lebih indah dengan sejuta mimpi dan harapan. Bagaimana dengan anda?

Eksotisme Jembatan Kedungkamal

Jembatan adalah jalan, di mana dua tempat bisa terhubung. Jembatan selalu identik dengan sungai ataupun aliran air.
Pada sepenggal perjalanan saya, saya menemukan sebuah keindahan yang jarang saya temui di rentang jarak yang saya tempuh. Keindahan itu ada pada pemandangan di jembatan Kedungkamal.
Seringnya, di saat pikiran sedang penuh beban atau masalah, saya selalu pulang lewat jembatan ini.

Memotret Pagi di Wingko

Pukul enam lebih, jalan sisa hujan semalam masih basah. Mentari perlahan lembut menyinari sawah, mengantarkan perjalananku di pagi yang dingin.
Musim tanam baru akan dimulai, petak-petak sawah telah disiapkan para petani. Deretan pegunungan nampak indah dari kejauhan. Aku baru menyadari pemandangan eksotis semacam ini ada di lintasan perjalananku.  Aku menyukai pagi, waktu di mana sesak semalam terhapuskan. Waktu di mana aku memulai harapan-harapan baru.

Sehari di Kota Batu

Perjalanan ke Kota Batu Jawa Timur memakan waktu yang lama. Kami berangkat pukul 16.30 dari Purworejo,tiba di Tempat Transit Wisata Kota Batu pada pukul 04.00 keesokan harinya. Inilah lokasi transit tersebut,dingin dan berselimut kabut di pagi hari. Saya memberanikan diri untuk langsung mandi,merasakan dinginnya air di masjid lokasi transit tersebut. Kami transit di sini hingga pukul 08.00,lalu kami berangkat menuju ke lokasi wisata,yaitu Jatim Park 2.Kami baru dapat memasuki loket Jatim Park 2 pada pukul 10.00.

Welcome to Jatim Park 2

Pada tanggal 9 Oktober 2013,saya berkesempatan mengikuti kegiatan Pembelajaran Luar Ruangan bersama Pusat Sumber Belajar(PSB) IPA Wirotaman,Kutoarjo,Purworejo.
Kunjungan ke kota Batu tersebut diawali dengan Jatim Park 2. Pada gambar di samping saya menyempatkan diri untuk berfoto di sebelah patung katak yang terletak di bagian muka Jatim Park 2. Banyak hal yang saya peroleh dari kunjungan ke Jatim Park, pengalaman baru yang cukup berkesan mengingat saya belum pernah mengunjungi sebelumnya.

Sepenggal Siang di Pantai Jatimalang

Pantai Jatimalang adalah pantai yang paling dekat dari rumah saya dibanding semua pantai yang pernah saya kunjungi : Indrayanti,Baron,Congot,Glagah,Kuwaru,Trisik,Parangtritis,dan Depok. Dengan mengendarai sepeda motor pelan-pelan saja, 10 menit sudah sampai di bibir pantai. Jarak pantai Jatimalang dari rumah saya adalah sekitar 4 kilometer. Gambar di atas saya ambil sekitar pukul 10.30,saat panas matahari sudah rata menyelimuti pantai. Suasana cukup ramai pada saat liburan seperti hari minggu dan musim libur sekolah.

Pesona Pantai Glagah

Pantai Glagah yang terletak di daerah Kulonprogo,sebuah kabupaten di Yogyakarta, ternyata menyimpan pesona tersendiri. Gambar di samping adalah pemandangan pantai Glagah yang begitu eksotik. Kehijauan,debur ombak,tanaman pandan berduri,dan air laut tenang yang ada di tepiannya pun menjadi pilihan tepat untuk meredakan ketegangan pikiran. Pantai ini sangat lekat dengan pemandangan alamnya yang tertata.

Bermandi Air Tawar di Kaki Bukit Pantai Baron

Di balik payung-payung warna itu,ada air tawar yang berada di kaki bukit dengan kedalaman 0,5 hingga 2 meter. Air tawar itu seperti sungai yang menyatu dengan laut. Airnya yang dingin dan jernih,membuat para pengunjung pantai Baron tak rela untuk melewatkan saat menceburkan diri ke dalamnya. Banyak pengunjung bermandi-mandi,melatih keberanian anak untuk menjelajahi air, dan meredakan kepenatan fisik dengan menyusuri pemandian air tawar alami yang telah tersedia bagi pengunjung.

Suatu Sore di Indrayanti

Inilah sepotong pemandangan persahabatan karang dan ombak pada suatu sore di Indrayanti.
Matahari mulai condong ke barat, karang dan ombak terasa dingin di pijakan kaki. Keramahan Indrayanti membuat siapa pun yang telah menapakkan kaki merasa enggan untuk beranjak dari sana.
Pantai selalu  memberikan kesan,meninggalkan cerita suka dan duka, memberi kenangan yang mungkin tak pupus dalam ingatan.

Kebun Buah Naga

Pemandangan di atas adalah kehijauan taman buah naga yang ada di taman Reptil Purbalingga. Wahana tersebut cocok untuk mengenalkan kepada anak tentang tanaman buah naga. Selain menjelaskan jenis pohonnya, kita dapat menjelaskan kepada anak tentang manfaat buah naga,dan kandungan vitamin yang ada di dalamnya. Pada saat berkunjung ke sana, buah naga memang belum berbuah. Kita dapat mengambil waktu berkunjung pada saat musim berbuah. Bagi anda yang tinggal tidak jauh dari Purworejo,anda bisa mengunjungi Pantai Glagah atau Jatimalang untuk melihat kebun buah naga yang serupa dengan kebun di atas.