Memotret Pagi di Wingko

Pukul enam lebih, jalan sisa hujan semalam masih basah. Mentari perlahan lembut menyinari sawah, mengantarkan perjalananku di pagi yang dingin.
Musim tanam baru akan dimulai, petak-petak sawah telah disiapkan para petani. Deretan pegunungan nampak indah dari kejauhan. Aku baru menyadari pemandangan eksotis semacam ini ada di lintasan perjalananku.  Aku menyukai pagi, waktu di mana sesak semalam terhapuskan. Waktu di mana aku memulai harapan-harapan baru.



Dalam perjalanan pagi, terhirup  udara yang memberi semangat, membangkitkan energi positif dan membuka luas cakrawala berpikir. Pagi memberikan kesejukan yang tak terganti oleh potongan waktu lain dalam sehari. 
Dalam perjalanan pagi, ada teman-teman perjalanan yang melintas, searah dan berlawanan arah.
Terkadang, pagi memberi inspirasi. Tentang burung-burung yang menjejakkan kakinya di sawah untuk  mencari sebutir padi. 
Bahwa hidup harus berjalan dan waktu terus berputar.Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bertemu dengan banyak orang, dan belajar hal baru dengan cara yang beragam.
Pagi, ingin kutemui esok hari. Lebih indah, dalam perjalanan pencarianku.

No comments:

Post a Comment