Bilakah waktu mempertemukan
jarak awan dan rembulan.
Kau lihat hujan
luruhnya lembut,kadang menusuk.
Hujan tak menjadi rintangan
Pada akhirnya,hanya kata-kata yang mempertemukan.
Singgahlah pada kerikil bebatuan.
Langkahmu dan langkahku mungkin tak sama
Pada musimnya, waktu itu tiba
saat jendela terbuka
dan sinar surya mencampakkan dedaunan.
Hanya ada selembar tabir antara kita.
Jauh, tinggi menjulang
Pada akhirnya, daun-daun luruh pada musimnya.
Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts
Senja di Ujung Desa
Seperti senja di ujung desa
begitulah ingin kuceritakan padamu
Jingga mentari masih terpancar
menyeruak sebagian waktu yang terpotong di perjalanan.
Ladang dan kehijauan itu,
parit kecil menjadi pagar
bak sebuah garis dalam lukisan.
Senja selalu datang sama
tak pernah mengecewakan
hanya sesaat,dalam pandangan mata penuh lelah
Bilakah ada senja di jendela rumah kita
rumah impian dalam tujuan
saat kita bisa saling menatap mesra
pada senja di jendela.
Tentang sebuah senja di perjalanan
hanya ada seorang teman
muncul sesaat,lalu terbenam.
Biarkan aku menatap senja ini
membawa pulang sinar matahari dalam kantung mataku
Bilakah dapat kubuka
sebagai pancaran penerang rindu.
Senja di tempat yang berbeda
dalam jauh pandangan,kukirimkan sepotong senja
untuk kau hirup bersama malam.
Oktober 2013
begitulah ingin kuceritakan padamu
Jingga mentari masih terpancar
menyeruak sebagian waktu yang terpotong di perjalanan.
Ladang dan kehijauan itu,
parit kecil menjadi pagar
bak sebuah garis dalam lukisan.
Senja selalu datang sama
tak pernah mengecewakan
hanya sesaat,dalam pandangan mata penuh lelah
Bilakah ada senja di jendela rumah kita
rumah impian dalam tujuan
saat kita bisa saling menatap mesra
pada senja di jendela.
Tentang sebuah senja di perjalanan
hanya ada seorang teman
muncul sesaat,lalu terbenam.
Biarkan aku menatap senja ini
membawa pulang sinar matahari dalam kantung mataku
Bilakah dapat kubuka
sebagai pancaran penerang rindu.
Senja di tempat yang berbeda
dalam jauh pandangan,kukirimkan sepotong senja
untuk kau hirup bersama malam.
Oktober 2013
Sepasang Adenium
Tentang sepasang bunga
yang mulai layu pada tepinya
bolehkah aku bertanya
adakah seuntai harapan di sana
Adakah cinta pada kicau kenari
adakah rindu sedalam pandangan
jauh kuberlari
membawa sejuta angan dan harapan.
Sepasang adenium merah merekah
aromanya tiada,namun mereka setia
mendengarkan setiap langkah dan gundah
pada pemiliknya di tepi senja.
Sepasang adenium mekar beriringan
mengisi suasana haru dalam jiwa
sepasang adenium menghibur diri
tak ada yang abadi saat dia luruh.
Sepasang adenium
tumbuh merekah di muka rumah
di musim kemarau
mengundang iri dan resah.
Ini ceritaku
tentang sepasang bunga yang kan tiada.
yang mulai layu pada tepinya
bolehkah aku bertanya
adakah seuntai harapan di sana
Adakah cinta pada kicau kenari
adakah rindu sedalam pandangan
jauh kuberlari
membawa sejuta angan dan harapan.
Sepasang adenium merah merekah
aromanya tiada,namun mereka setia
mendengarkan setiap langkah dan gundah
pada pemiliknya di tepi senja.
Sepasang adenium mekar beriringan
mengisi suasana haru dalam jiwa
sepasang adenium menghibur diri
tak ada yang abadi saat dia luruh.
Sepasang adenium
tumbuh merekah di muka rumah
di musim kemarau
mengundang iri dan resah.
Ini ceritaku
tentang sepasang bunga yang kan tiada.
Kutitipkan Cinta
Pada angin pagi yang menyampaikan
kutitipkan cinta.
agar terhirup semerbak bunga yang kujaga
pada paruh perjalanan
pencarian yang tiada putus.
Mungkin ada sebentuk cinta di dedaunan
tersingkap hangat mentari pagi
meretaskan embun penghapus dahaga.
Pada debu di perjalanan
kutitipkan cinta
agar mungkin menerpa wajahmu
kutitipkan cinta pada jarak di antara kita
agar menjadi jalan.
kutitipkan cinta,pada malam sepi
agar menyimpan rahasianya
dalam senyap yang menyampaikan ke mimpi-mimpi.
kutitipkan cinta.
agar terhirup semerbak bunga yang kujaga
pada paruh perjalanan
pencarian yang tiada putus.
Mungkin ada sebentuk cinta di dedaunan
tersingkap hangat mentari pagi
meretaskan embun penghapus dahaga.
Pada debu di perjalanan
kutitipkan cinta
agar mungkin menerpa wajahmu
kutitipkan cinta pada jarak di antara kita
agar menjadi jalan.
kutitipkan cinta,pada malam sepi
agar menyimpan rahasianya
dalam senyap yang menyampaikan ke mimpi-mimpi.
Suatu Ketika
Pada suatu ketika
seorang teman tak lagi seperti di saat datang
saat angin berubah arah,
saat daun-daun menjadi serpihan yang terserak.
aku tak bisa melihatmu seperti temanku
waktu dulu.
seorang teman tak lagi seperti di saat datang
saat angin berubah arah,
saat daun-daun menjadi serpihan yang terserak.
aku tak bisa melihatmu seperti temanku
waktu dulu.
Tak Lama
Kawan,hidup ini tak lama
tak ada duka terlalu dalam
tak ada bahagia terlalu sempurna
esok pagi sudah berganti.
Lihatlah embun di dedaunan
kabut pagi di antara hamparan sawah
sirna terlibas surya
apalagi yang kau resahkan?
tak ada duka terlalu dalam
tak ada bahagia terlalu sempurna
esok pagi sudah berganti.
Lihatlah embun di dedaunan
kabut pagi di antara hamparan sawah
sirna terlibas surya
apalagi yang kau resahkan?
Tempat Kembali
Telah kau tapaki jalan
kerikil dan bebatuan
hingga sakit menyudutkan
dalam tahun-tahun penuh kesabaran
kerikil dan bebatuan
hingga sakit menyudutkan
dalam tahun-tahun penuh kesabaran
Perjalanan
Pada kabut pagi kuterawang
sinar surya lembut mengantarkan
jauh jarak angin dan pepohonan
hamparan kerikil menjadi jalan.
sinar surya lembut mengantarkan
jauh jarak angin dan pepohonan
hamparan kerikil menjadi jalan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
