Asal Mula Kopi Susu

Dulu,waktu masih SD saya suka membaca majalah Bobo. Entah edisi dan keluaran tahun berapa,tetapi setiap minum kopi susu saya selalu ingat cerita ini. Mungkin sahabat sekalian bisa menjadikan cerita ini sebagai pengantar tidur bagi putra-putri kesayangan. Begini ceritanya :


Pada zaman dahulu kala, tinggallah seorang pria di sebuah ujung desa yang indah,yaitu desa Sukahati.
Pria itu bernama pak Pikop. Ia membuka sebuah kedai kopi di tepi jalan yang dilewati warga jika hendak ke pasar. Pada waktu itu,belum ada kedai kopi selain kedai kopi Pak Pikop. Tak heran, kedai Pak Pikop menjadi ramai pengunjung. Tua muda,laki-laki perempuan, semua suka menikmati kopi di kedai kopi Pak Pikop. Rasa kopi di kedai Pak Pikop benar-benar nikmat, warna hitam biji kopi yang alami,aromanya yang semerbak menggugah selera,serta rasa pahit yang original dipadu dengan gula membuat citarasanya menjadi luar biasa. 

Tak jauh di sebelah kedai pak Pikop, berdiri sebuah kedai susu. Pemilik kedai itu bernama Ibu Susi. Ibu Susi memiliki peternakan sapi perah,sehingga ia mengolah susu dari sapi-sapi perah itu sedemikian rupa sehingga menghasilkan susu murni yang segar,alami,dan menyehatkan. Warga pun berdatangan setiap hari menikmati kopi di kedai Ibu Susi. Kedai Ibu Susi tak kalah ramai dengan kedai kopi Pak Pikop.

Hingga pada suatu hari, terjadi keributan antara pelayan dan pengunjung kedai kopi Pak Pikop. Keributan itu disebabkan oleh kesalahpahaman antara pelayan dan pembeli. Pembeli kopi itu merasa sudah membayar secangkir kopi yang diminumnya,namun pelayan di kedai Pak Pikop merasa bahwa pembeli itu belum membayar. Terjadilah keributan yang hebat di antara keduanya hingga si pelayan mengejar pembeli ke luar kedai kopi Pak Pikop. Pelayan itu tak sadar bahwa di tangannya ada secangkir kopi bubuk yang baru ia peroleh setelah menumbuk biji kopi.

Saling kejar itu berujung ketika si pembeli memasuki kedai kopi Ibu Susi. Sesampainya di kedai kopi ibu Susi, sang pembeli tetap tidak mau mengalah karena merasa sudah membayar. Demikian pula si pelayan. Mereka tetap membuat keributan di kedai kopi Ibu Susi hingga si pelayan kesal dan melempar secangkir kopi bubuk yang dibawanya. Ups..., si pelayan tidak menyadari bahwa kopi bubuk yang ia lempar tadi masuk ke dalam sebuah ember berisi beberapa liter susu murni. Melihat kejadian itu, Ibu Susi marah luar biasa dan mengejar si pelayan hingga keluar dari kedai susu.

Menyaksikan peristiwa itu, para pengunjung pun menjadi heboh. Ada yang ikut keluar menyaksikan keributan antara Ibu Susi dan pelayan kedai kopi, ada pula yang tetap asyik menikmati susu di kedai Ibu Susi. Di antara hiruk-pikuk pengunjung kedai itu,ada seorang anak kecil bernama Shake yang diam-diam mengambil secangkir kopi dari ember yang telah tercemar bubuk kopi. Setelah itu, Shake mencicipinya sesendok demi sesendok. Sruup... sruup.. Shake merasakan kenikmatan lain yang dihasilkan dari percampuran kopi dan susu itu. Lalu Shake berteriak kepada pengunjung yang lain, "Hey... kemarilah semuanya,coba cicipi minuman ini, lezat sekali rasanya.
Pengunjung kedai kopi itu lalu mengerumuni baskom susu yang telah tercampur serbuk kopi. Mereka mencicipinya sesendok demi sesendok lalu mengangguk-angguk dengan mantap. Beberapa orang pengunjung lalu keluar dari kedai susu dan melerai pertengkaran antara Ibu Susi dan pelayan kedai kopi.
Mereka menjelaskan bahwa percampuran susu murni dan kopi menghasilkan minuman yang luar biasa nikmat. 

Ibu Susi, si pelayan,dan pak Pikop pun memasuki kedai susu Ibu Susi dan mencicipi susu yang telah tercemar kopi itu. Mereka menghabiskan minuman itu seraya mengiyakan ucapan para pengunjung tentang kenikmatan susu yang telah bercampur kopi.

Akhirnya, Ibu Susi dan Pak Pikop menanyakan siapa yang pertama kali mencicipi minuman itu. Lalu orang-orang menunjuk kepada Shake. Shake pun diminta memberi nama minuman susu yang telah tercampur kopi,lalu diberilah nama minuman itu oleh Shake,namanya kopi susu.

( Sumber : Majalah Bobo,ditulis kembali oleh Ari Wijayanti dengan sedikit perubahan)

No comments:

Post a Comment