Catatan Inobel 2014

Sahabat pembaca, sungguh bersyukur  bisa kembali menulis di Adenium untuk berbagi pengalaman kepada Anda tentang kegiatan yang baru saya ikuti. Selama seminggu, dari tanggal 24 hingga 29 November 2014 saya berkesempatan mengikuti lomba inovasi pembelajaran tingkat nasional di Batam. Lomba dilaksanakan di Goodway Hotel,Nagoya,Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 98 pendidik dan tenaga  kependidikan Sekolah Dasar se-Indonesia. Lomba inovasi pembelajaran (Inobel) dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori Karya Inovasi Pembelajaran Teknologi Tepat Guna (KIPTTG),Karya Inovasi Pembelajaran Alat Peraga (KIPAP),dan Karya Inovasi Pembelajaran Karya Seni (KIPKS). KIPTTG terdiri dari 54 peserta,KIPAP terdiri dari 35 peserta,dan KIPKS terdiri dari 9 peserta. Saya termasuk dalam kategori KIPTTG. Pembukaan dilakukan pada hari Senin, 24 November 2014. Hal yang berkesan bagi saya saat acara pembukaan adalah pertunjukan Tari Persembahan dan Musik Tradisional Kepulauan Riau oleh siswa-siswi SMP. Selain itu, gaya pantun Melayu dari pembawa acara juga memikat hati.
Lomba dilaksanakan hari Selasa, 25 November 2014,bertepatan dengan hari guru. Kami duduk secara individu sesuai dengan nomor undi pada meja dan kursi yang telah sediakan. Penilaian hari pertama itu seperti sebuah pameran, di mana juri mengunjungi setiap peserta dan melakukan wawancara. Selain itu, ballroom juga dibuka untuk guru-guru dari luar yang ingin menyaksikan karya peserta Inobel. Dari penilaian juri tersebut, diambil finalis 10 besar untuk bidang KIPTTG, 10 besar untuk KIPAP, dan 5 besar untuk KIPKS. Selanjutnya, para finalis harus presentasi pada hari Rabu, 26 November 2014 di hadapan para juri dan peserta di setiap bidang.
Dari presentasi finalis, diambil tiga terbaik untuk masing-masing kategori. Pengumuman kejuaraan dilakukan pada malam terakhir kegiatan, yaitu 28 November 2014. Untuk kategori KIPTTG, peringkat I diraih oleh Bapak Sentot Hariyanto,S.Psi.dari SDN Madyopuro 3 Kota Malang,Jawa Timur; peringkat II diraih oleh Tony Harseno,S.Pd. dari SDN 4 Jrakah Kabupaten Boyolali,Jawa Tengah; dan peringkat III diraih oleh Islam Ali Akbar,S.Pd.  dari SDIT Auliya Kabupaten Tangerang Selatan,Banten. Untuk kategori KIPAP, peringkat I diraih oleh Sri Wahyuni,S.Pd. dari SDN Gadang 2 Kota Banjarmasin; peringkat II diraih oleh Bapak Jiman dari SDN Karanggondang 01 Kabupaten Semarang,Jawa Tengah; peringkat III diraih oleh Agnes Natalia,S.Pd. dari SDN 13 Pontianak Barat, Kota Pontianak,Kalimantan Barat. Untuk kategori KIPKS, peringkat I diraih oleh Ibu Rustantiningsih,S.Pd.M.Pd. dari SDN Tawang Mas 01 Kota Semarang; peringkat II diraih oleh Ibu Herliza Tahar,S.Ag.M.Pd. dari SDN 09 PPA Kota Solok,Sumatera Barat; dan peringkat III diraih oleh Ibu Retno Niko Usuli,S.Pd.M.Pd. dari SDN 1 Tinggede Kabupaten Sigi,Sulawesi Tengah. Itulah sembilan juara untuk tiga kategori Inobel SD di Batam tahun 2014.
Alhamdulillah, meski belum menjadi juara saya bersyukur karena banyak pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti lomba Inovasi Pembelajaran 2014. Semua peserta lomba mendapatkan penghargaan. Peringkat I mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 30.000.000,00; peringkat II mendapat uang sebesar Rp 25.000.000,00; dan peringkat III mendapat uang sebesar Rp 20.000.000,00; Sedangkan peserta yang tidak masuk dalam tiga terbaik mendapat uang pembinaan sebesar Rp 10.000.000,00. Selain itu, semua peserta juga mendapatkan sertifikat dan sebuah laptop. Demikianlah cerita pengalaman saya mengikuti lomba inovasi pembelajaran tahun 2014. Saya sungguh bersyukur karena dapat berjumpa dengan guru-guru inovatif se-Indonesia. Juara tahun berikutnya, apakah Anda siap ? Mari berkarya dan berinovasi.

No comments:

Post a Comment