Download Promes dan RPP Bahasa Jawa Semester II

Libur semester yang membawa manfaat. Itulah yang dapat saya katakan untuk libur kuliah semester I ini. Selama sebulan, saya berencana menggunakan waktu untuk kembali pada anak-anak di sekolah dan membantu tugas-tugas sekolah dengan harapan dapat belajar lebih banyak tentang hal-hal yang tidak saya peroleh di bangku kuliah. Saya bersyukur, di sela kesibukan di depan layar, saya menemukan dokumen yang menjadi permintaan pembaca Adenium beberapa waktu lalu. Perangkat pembelajaran untuk Bahasa Jawa Semester I pernah saya unggah dan mendapat sambutan luar biasa dari para pembaca yang membutuhkan dokumen tersebut. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi file program semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa untuk semester II. File ini merupakan perangkat yang digunakan oleh rekan-rekan saya di sekolah.Saya berharap sahabat pembaca yang menghendaki file tersebut dapat menggunakannya sesuai kebutuhan. Tentu saja masih terdapat hal-hal yang belum sempurna sehingga guru harus menyesuaikan perangkat tersebut  dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Untuk mengunduh file tersebut, Anda dapat klik pada link-link di bawah ini:

Anak Belajar dari Kehidupannya

Sahabat pembaca, orang tua, dan para pendidik, semoga kesehatan dan keahagiaan selalu menyertai kita di mana pun berada. Malam ini,di rumah yang tenang dalam masa libur kuliah, saya ingin sedikit berbagi tentang sebuah catatan yang saya peroleh dari buku yang saya baca. Catatan ini sudah pernah saya peroleh di bangku kuliah maupun di seminar-seminar yang dipaparkan oleh narasumber yang berkecimpung di dunia pendidikan. Beberapa poin yang akan saya tulis ini semoga dapat mengingatkan kita  semua bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Dorothy Law Nolte dalam Gordon dan Jeannette (2000:104) menyampaikan pendapatnya tentang anak-anak yang belajar tentang kehidupannya. Anak-anak itu memiliki sifat dan perilaku yang beragam, sesuai dengan bagaimana mereka dibesarkan. Beberapa poin yang perlu kita ingat antara lain :
  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
  • Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri