Sepanjang Jembatan Merah

Pada hari Minggu kemarin saya bersama beberapa orang teman menjelajahi Kota Surabaya. Kami bermaksud naik bus wisata gratis untuk keliling kota. Bus wisata yang bernama Surabaya Heritage Track tersebut beroperasi setiap hari kecuali hari Senin. Waktu pemberangkatan bus tersebut adalah pukul 09.00, pukul 13.00 dan pukul 15.00. Rute yang ditempuh pun berbeda-beda untuk setiap jam pemberangkatan. Lama waktu perjalanan Surabaya Heritage Track adalah satu setengah jam.
Maksud kami untuk keliling Kota Surabaya hari itu rupanya belum bisa terlaksana karena untuk naik Surabaya Heritage Track harus memesan tiket beberapa hari sebelumnya. Kami pun memesan tiket untuk pekan depan dan mengganti acara dengan memasuki House of Sampoerna yang merupakan pangkalan dari Surabaya Heritage Track. Kami menghabiskan waktu satu jam lebih mengamati bagian dalam Museum Sampoerna yang terdiri dari dua lantai. Di dalam museum yang dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara itu terdapat benda-benda bersejarah dan foto-foto perkembangan pabrik rokok Sampoerna di Indonesia. Setelah puas mengamati museum,kami kemudian keluar dan berjalan menuju ke JMP ( Jembatan Merah Plaza ) yang ditempuh dengan 15 menit jalan kaki.

Dari Kampung Ilmu sampai PGS

Akhir pekan yang menyenangkan. Hari ini saya berkesempatan menjelajahi sudut lain Kota Surabaya. Libur kuliah adalah waktu yang dapat saya manfaatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekaligus mengenal Kota Surabaya.
Pagi hari sekitar pukul 08.00 saya bersama seorang teman berangkat dari kos. Dari arah selatan, Ketintang, kami berjalan kaki hingga ke Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya kira-kira 2 km. Di depan RSI itulah saya menemukan angkutan umum yang menuju ke arah Pasar Turi. Ada hal unik di sini, orang-orang menamakan angkutan umum yang di tempat saya disebut angkot atau colt dengan nama Lyn atau Bemo. Setiap bemo mempunyai kode huruf yang berbeda-beda dengan rute tertentu. 
Kami naik Lyn D lalu turun di Kampung Ilmu yang terletak di Jalan Semarang. Di sini lah lokasi buku-buku lengkap baik baru maupun bekas tersedia. Harga buku di Kampung Ilmu juga terjangkau. Saya jadi teringat Shopping di Yogyakarta. Shopping adalah pusat buku yang sering saya kunjungi bila sedang berada di Yogyakarta. Berbeda dengan toko-toko di Shopping yang berada pada satu kompleks, toko-toko di Kampung Ilmu berada di sepanjang Jalan Semarang.